Saturday, May 9, 2020

Review Novel Of Mice And Men Karya John Steinbeck

Courtesy cover: google

Judul buku : Of Mice And Men
Penulis : John Steinbeck
Tebal buku : 53 halaman
Versi buku : pdf
Copyright John Steinbeck, 1937


"Guys like us, that works on ranches, are the loneliest guys in the world..." (hal. 8)
("Orang-orang seperti kita, yang bekerja di peternakan, 
adalah orang-orang paling kesepian di dunia...")


George, salah satu tokoh di novel karya John Steinbeck ini menggambarkan nasib pekerja kasar, kaum marginal yang dilupakan atau kelas bawah yang hampir tak punya apa-apa dalam hidup mereka kecuali harapan sekedar bertahan hidup. Gambaran realitas kaum pekerja yang nasibnya mungkin tak jauh beda dari kondisi buruh dewasa ini.

Sementara Lennie, seorang buruh lugu berbadan besar dan kuat. Ia adalah gambaran pekerja kelas bawah yang membiarkan dirinya dibawa oleh pusaran kekuasaan. Asalkan ia bisa tetap hidup bersama orang yang ia sayangi (George). Kepasrahan total pada keadaan.

Seperti novel karya John Steinbeck yang lain, Of Mice and Men bisa jadi terinspirasi dari keadaan pekerja kasar di sekitar sang penulis. Realitas yang terkesan kasar dan keras. Sudut pandang khas yang beda dengan penulis lain, seperti Anton Chekhov.

Sementara Checkov terkesan lebih stright on membahas masalah kebobrokan sosial yang ia amati di sekitarnya, John Steinbeck masih secara tak langsung menyindir keadaan sosial di zamannya.

Aku sih, pernah sedikit baca karya-katya John Steinbeck yang lain. Meski begitu, kesanku terus berbeda-beda saat membaca ulang buku-buku tersebut. Perubahan itu mungkin terjadi karena pemahamanku terhadap realitas sosial di sekitarku yang berbeda, atau karena alasan lain. Entahlah. Pastinya, buku bagus emang bikin kita terus berpikir. Setuju, kan?

Sinopsis

Cerita ini diawali oleh percakapan dua sahabat George dan Lennie. Keduanya dipertemukan oleh nasib yang tak selalu baik. Sifat George yang tak sabaran, banyak bicara, dan cerdik sering menyelamatkan mereka dari kenaifan Lennie. George yang terkadang kesal dengan sifat impulsif Lennie. George harus terus mengawasi Lennie terkait banyak hal. Salah satunya adalah kebiasaan Lenny membelai tikus. Mereka juga harus lari dari peternakan sebelumnya karena Lennie membelai paha seorang gadis sebagaimana ia pikir membelai tikus.

Konflik baru muncul saat mereka bekerja di tempat baru, peternakan yang dimiliki oleh seorang yang galak tapi takut pada istrinya. George berusaha keras agar Lennie terhindar kontak verbal dengan para pekerja lain. Meski usahanya sering berakhir dengan masalah lain.

Keinginan Lennie untuk memiliki binatang peliharaan untuk ia sayang pun membuat pekerja lain sadar bahwa Lennie berbeda. Lennie pun harus mengembalikan anak anjing yang ia pinjam agar tidak mati. (Yups, tenaga Lennie terlalu kuat. Ia sering tak sadar mematahkan leher binatang peliharaan yang menggigitnya).

Mimpi George dan Lennie untuk memiliki tanah, rumah, dan kebun milik mereka sendiri didengar oleh si tua Candy, salah satu pekerja yang cacat tangannya. Ia ingin ikut bersama mereka. Menawarkan uangnya untuk membeli tanah agar ia bisa memiliki rumahnya sendiri. Candy merasa kesal karena harus membiarkan para pekerja membunuh anjing kesayangannya. Hanya karena anjing itu sudah tua dan dianggap tak berguna. Padahal ia memelihara anjing itu sejak kecil.

Sifat impulsif dan naif Lennie menimbulkan konflik lain. Tangan  Curley remuk saat Lennie membela diri dari serangannya. Rasa bingung dan takut Lennie pun membuatnya tanpa sengaja membunuh istri Curley.

Candy begitu marah pada istri Curley yang menggagalkan niatnya untuk ikut bersama Lennie dan George. Ia terus memaki mayat istri Curley yang seperti sedang tidur. Musnah sudah mimpinya memiliki tanah dan rumah serta kebun sendiri. Mengetahui hal ini George begitu geram. Ia sadar beginilah jadinya jika ia melepaskan pandangannya dari Lennie.

Nah, bagaimana kelanjutannya? Apakah Lennie dan George akan terus bersama? Apakah Curley akan membalas dendam atas kematian istrinya? Bagaimana nasib Lennie selanjutnya? Jawabannya ada di buku ini dan kupikir asyik kalau membacanya sendiri. Selain kita bisa belajar tentang keadaan masyarakat pekerja di zaman itu, kita juga tahu bahwa hidup itu berharga. Do not take it for granted! Banyak orang yang harus berjuang keras untuk hal sederhana yang kita miliki, seperti: rumah, keluarga dan teman baik. So, at least, setelah baca buku ini kita jadi lebih menghargai apa yang kita miliki hari ini.

Kelebihan buku

Buku Of Mice And Men ini sangat menarik untuk dibaca. Selain kaya dengan sudut pandang kaum marginal buruh yang tak punya tanah, buku ini juga mengisi sekilas pandang penulis tentang caranya melihat perbedaan. Melihat diri dan mahluk lain dari semesta yang harusnya sama.

Kekurangan Buku

Buku ini terlalu berat buat anak-anak atau pencinta light reading. Menurutku, mungkin karena segmen pasarnya bukan anak-anak dan pembaca biasa. Butuh pemahaman yang dalam tentang sejarah Amerika di tahun 1937an untuk mengerti kedalaman cerita ini. Meski, mungkin bisa juga dibuat versi sederhananya untuk bacaan mendidik buat anak-anak.

Bandarlampung, 8 Mei 2020


No comments:

Post a Comment

Mengenal Sejarah Sebagai Bukti Cinta Tanah Air

Bangsa besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Begitulah slogan yang kuingat dari pemimpin besar Indonesia, Soekarno. Seorang...