Saturday, March 21, 2020

Review Kastil Karya Franz Kafka


Judul Buku : Kastil
Penulis        : Franz Kafka
Penerjemah : Aa Ismanto
Penyelaras Akhir : Rain
ISBN               : 978-602-391-505-7
Tebal              : 460 halaman

Kastil disiapkan untul publikasi setelah kematian Kafka oleh Max Brad dan diterbitkan oleh Kurt Wolff Verlag di.Munich pada tahun 1926. Teks ini berhenti di peristiwa saat K meninggalkan Frieda merawat Jeremias di Herrenhof.
Buku karya Franz Kafka, penulis yang dikenal dengan tulisan absurdnya ini diterbitkan setelah kematian Kafka.

Kutipan di atas kuambil dari cover belakang novel Kafka yang bersampul  putih ini. Novel yang menurutku lumayan tebal.

Tulisan Kafka ini menarik perhatianku karena tulisan Kafka yang pernah kubaca saat kuliah dulu. Metamorphosis. Meski aku tak begitu paham dengan maksud yang tersirat di balik cerita-cerita Kafka, aku baca saja. Paling tidak, aku dapat menambah khazanah perbendaharaan kata-kataku.

Sementara Metamorphosis berkisah tentang Gregor Samsa, seorang salesman yang terlepas dan terbuang dari lingkungannya, Kastil bercerita tentang K dan persinggungannya dengan karakter lain yang penuh gejolak. Tentang usaha K mencari jati dirinya di antara perjalanannya menuju Kastil.

Novel yang menggunakan sudut pandang orang ketiga ini menggambarkan tentang sifat manusia yang lemah. Ketidakteguhan yang membuatnya berusaha mencari pengakuan dari orang lain.

Menurutku, mungkin, tulisan Kafka dipengaruhi oleh masa kanak-kanaknya yang sulit mendapatkan pengakuan dari sang ayah.

Tokoh K yang di awal cerita digambarkan tersesat dalam perjalanannya menuju Kastil. Ia pun menghabiskan malam di atas tikar jerami di sebuah penginapan di desa itu. Bahkan istirahatnya pun terganggu karena penduduk desa penasaran dengan jati dirinya.

Aku sih sedikit terkesan dengan perkataan K saat berbincang dengan Freida, kekasih Klamm:

"...Tetapi banyak rintangan berat di dunia, mereka menjadi semakin besar, dan tak perlu malu untuk meyakinkanmu bahwa ada seorang laki-laki yang mungkin kecil dan tak berpengaruh, tetapi siap untuk bertarung..." (hal.66)

Point yang kudapat dari membaca buku ini adalah tentang seorang K yang berusaha mencari ruang pengakuan bagi dirinya di dunia ini. K ingin mendapati dirinya di tengah orang-orang yang memahami keinginan dirinya, hasratnya, ketakutan dan harapannya. Sayangnya, ketakutannya untuk mengambil risiko dalam menggali potensi dirnya membuatnya terjebak di tempat yang sama tanpa disadarinya.

So, buku setebal 460 halaman ini cukup bagus buat dibaca. Terutama buat kamu yang suka dengan karya Kafka yang terkesan sedikit absurd. Penasaran? Selamat membaca!


2 comments:

  1. Melihat ulasan sosok K kok jadi tersentil ya aku. Hehehe. Sama2 masih bingung dengan pencarian jati diri meski sudah setua ini. Jadi penasaran nih sama bukunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah.. pencarian jati diri K ini cukup unik. Bagus buat dibaca^^

      Delete

Mengenal Sejarah Sebagai Bukti Cinta Tanah Air

Bangsa besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Begitulah slogan yang kuingat dari pemimpin besar Indonesia, Soekarno. Seorang...