Wednesday, January 29, 2020

Review Buku "The Young Ninja: Dia Yang Tak Tersentuh Maut" Karya Simon Higgins

Judul Buku : The Young Ninja
Penulis        : Simon Higgins
ISBN            : 978-979-3876-6
Penerbit      : PT. Bentang Pustaka
Harga           : -
Tebal Buku : 316 hlm
Penyunting :  Perwira Lee
Cetakan        : 2008

Kematian Si Tanpa Nama, adalah bagian satu dari buku The Young Ninja yang buku aslinya berjudul Eye of The Beast. Menceritakan tentang kisah Nanashi, shinobu muda yang memiliki keahlian melihat menggunakan mata binatang. Nanashi ditugaskan menggagalkan rencana jahat pejabat militer yang ingin menghalau perdamaian. Misi berbahaya dari Shogun bagi seorang shinobi yang ditakdirkan hidup sendiri dalam bayangan. Sebagaimana kehidupan shinobu di era Tokugawa pada umumnya, Ninja yang bekerja di bawah perintah Shogun, taat dan patuh pada tuannya. Begitu pun saat Shogun mengenal ajaran Konfusius, ajaran yang mengajarkan perdamaian. Tentu saja perubahan hati Shogun ini menuai pertentangan di kalangan militer yang haus pertempuran.

Well, saat membaca judulnya saja kita pasti sudah tahu bahwa kisah ini akan penuh dengan petualangan seru, ditambah dengan pertemuan Nanashi dengan teman dan musuh yang tak terduga. Hidup yang menurut Bangau akan penuh dengan kesendirian, ternyata dipenuhi dengan perjumpaan dan pertemuan yang tak terduga!

Awal kisah Nanashi, seorang anak yatim piatu yang ditemukan di depan Kuil Sekte Cahaya Kaki Langit oleh Bangau dimulai dengan pengenalan tokoh Nanashi muda yang menjalani proses ujian terakhirnya sebagai seorang shinobi. Nanashi lulus dan mendapat gelar baru, Bayangan Bulan.

Bayangan Bulan yang memulai petualangannya dengan menyamar sebagai seorang peziarah. Ia dengan cermat berusaha mempelajari dan mengenal dunia berbeda dari kuil Sekte Cahaya Kaki Langit, tempatnya dilatih sebagai seorang shinobi.

Meski Bulan dilatih oleh guru-guru pilihan dengan latihan keras siang dan malam, Bulan sadar misinya ini bukan latihan. Ini nyata. Hidup dan mati. Saatnya menenangkan diri  dengan sutra furube. Bukan sebagai kewajiban pagi dan senja, melainkan sebagai kebutuhan untuk menghadapi aksi yang sebenarnya.

Kumpulkan, rapikan, dan selaraskan perbuatanmu dengan karmanya.
Bersihkan semua kebohongan hari ini, jangan sia-siakan hidup sekecil apa pun.
Untuk mengakhiri jalan ini dalam kebahagiaan, tenangkan pikiranmu.(hal 124)

Bulan ingat, dulu sewaktu ia masih bernama Nanashi, Belalang Sembah pernah mengingatkannya tentang, "jangan sia-siakan hidup sekecil apa pun" berarti jangan pernah membunuh jika engkau punya pilihan lain. Bulan tak pernah tahu akan bagaimana hidupnya kelak. Akankah ia akan hidup dalam penyesalan karena pilihan yang diambilnya hari ini? Ingatannya melayang pada Belalang Sembah, gurunya yang lembut dan sabar. Ingat akan kepedihan yang kadang terpancar di matanya yang menurut Laba-Laba Tanah disebabkan akan masa lalu Belalang Sembah yang kelam. Ia pernah membunuh 75 orang laki-laki dalam satu pertarungan satu lawan satu! Pilihan yang sampai hari ini mungkin menjadi penyesalan Belalang Sembah.

Sebenarnya, tugas Bulan hanya mencuri rancangan senjata di Kastil Momoyama yang dimiliki oleh Serigala Perak, pejabat militer yang haus darah. Masalahnya, perjalanan Bulan harus melalui pos Pemeriksaan Hakone yang dijaga oleh anak buah Serigala yang  sok jago, amatir, dan galak -pos yang masih belum sebanding dengan samurai-samurai bayaran Serigala yang terkenal bengis. Salah satu samurai itu bernama Dia Yang Tak Tersentuh Maut. Ninja yang kebal senjata,

Dalam perjalanan ini Bulan bertemu dengan Elang Salju, seorang gadis cantik yang awalnya Bulan sebut sebagai dewi hutan. Elang Salju yang ternyata seorang shinobi ini pun mengincar rancangan senjata tersebut! Mereka berdua akhirnya terlibat pertarungan satu lawan satu. Dengan kecerdikannya, Elang Salju dapat mengelabui Bulan, dan membawa rancangan senjata tersebut. Bulan berusaha mengejar Elang Salju dan bertekad menyelesaikan misi ini bagaimana pun caranya. Hidup atau mati!
***

Kisah Nanashi yang sempat bernama Go atau lima karena ia adalah anak angkat Kuil Sekte Cahaya Kaki Langit yang kelima ini adalah kisah perjalanan hidup seorang anak manusia yang sendiri, dibuang di depan pintu kuil, dan ditakdirkan hidup sendiri karena ia adalah seorang shinobi, ninja mata-mata yang hidup dalam bayangan. Hidup antara kegelapan dan cahaya. Hidup demi menjalankan misi dari Shogun, pimpinan tertinggi.

Hampir semua tokoh dari cerita ini adalah orang-orang yang hidup sendiri, karena pilihan atau takdir yang memilih mereka. Sebut saja Ketua Elang yang dulunya adalah seorang samurai yang mengabdi pada tuannya. Elang ditawan dan disiksa oleh Ninja Iga, musuh tuannya. Tapi, saat ninja Iga diserang oleh ninja Fuma, Elang membantu ninja Iga. Hingga ninja Iga mengajarkan ilmu pedang langka ratusan tahun. Kemudian, Elang pun diangkat oleh ketua Sekte sebelumnya untuk menjadi Ketua Sekte. Tugas rahasia menjaga Shogun.

Ada juga Bangau, guru yang lembut pada Bulan, yang mengajarkan banyak hal tentang bom dan ramuan. Bangau yang cantik dan anggun, dulu adalah istri seorang pejabat militer. Saat keluarganya diserang dan semuanya terbunuh, termasuk suaminya, Bangau berhasil melarikan diri dibantu pelayan tua setianya. Pelayan yang ternyata seorang mata-mata, mengajarkan semua ilmunya pada Bangau. Saat ia meninggal, Bangau yang hidup sendiri bergabung dengan Sekte Cahaya Kaki Langit.

Lalu, aku pun menyadari bahwa sesungguhnya tak ada orang yang hidup sendiri. Semua orang pada akhirnya menemukan dirinya bersama dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama dengannya. Menjadikan hidup ini lebih mudah. Sebagaimana Bulan, Elang, Belalalang Sembah, Laba-Laba Tanah, Bangau dan Elang Salju yang ditakdirkan sendiri, tapi saling dipertemukan oleh misi mereka. Hingga Bulan pun bertekad menyelesaikan misinya demi guru-guru yang ia cintai dan kagumi.

So, guys, kupikir dengan membaca buku dan mereviewnya, aku akan mendapatkan pemahaman tentang hidup. Mengerti bahwa hidup ini sesulit apa pun, semenderita apa pun, kita tak akan pernah sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Bangau pada Bulan atas kecemasannya atas musuh yang datang.

"Seorang musuh, " Bangau menepuk pundak kedua remaja itu, "yang tidak akan kalian hadapi sendirian." (hal 301)

Bandarlampung, 29 Januari 2020

8 comments:

  1. Eh shinobu apaan ya kak? Anyway, akrena buku ini genrenya petualangan dan erat kaitannya dengan budaya Jepang, pandangan kakak sendiri bagaimana terhadap setting cerita? Adakah kesulitan memahami buku karena istilah-istilah asing yang ada di cerita ini?

    Good job anyway Kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukunya keren. Bikin kita tertarik ingin belajar budaya Jepang, terutama ilmu pedang Laido yg umurnya udah 470 tahun. Penulisnya juga belajar ilmu pedang ini. Di buku ini juga terdapat glossarium yg asing bagi kita. Jadi, baca buku ini asyik lho^^

      Delete
    2. shinobi itu kakyak ninja kak... (naruto)

      Delete
  2. jadi bayangin cerita di buku, pasti seru banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya. Kak ceritanya seru, cerita tentang shinobi/ninja ini (menurutku) bicara tentang kesetiaan pada teman dan pimpinan terginggi sebagai tanda hormat pada guru. Pesan moralnya cukup relevan buat kita ^^

      Delete
  3. Wah, banyak Bahasa yang masih asing buat saya. Tapi pastinya menarik ya bukunya. Apakah sudah ada versi filmnya?

    ReplyDelete
  4. Kalau ini bagian 1,bukunya terdiri dari berapa bagian Mba?

    ReplyDelete

Mengenal Sejarah Sebagai Bukti Cinta Tanah Air

Bangsa besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Begitulah slogan yang kuingat dari pemimpin besar Indonesia, Soekarno. Seorang...